Rabu, 03 Februari 2010

FAAL KERJA & ERGONOMI

A. FAAL KERJA

* Faal à bekerja adalah : hasil kerjasama antara

- Panca Indra (DRIA)

- Otak

- Susunan syaraf

- Otot

à Untuk pertukaran zat dan peredarannya

* Yang penting bagi pekerjaan à ukuran

1. Berdiri : Tinggi badan berdiri, tinggi bahu,

tinggi siku, tinggi pinggul dan panjang

lengan

2. Duduk: Tinggi duduk, panjang lengan atas,

panjang lengan bawah dan tangan, tinggi

lutut, jarak lekuk lutut, garis panggung,

jarak lekuk lutut, telapak kaki

3. Faktor-faktor yang diperhatikan dalam ilmu faal

faal

a. Faktor beban kerja dan peralatan di dalam

tubuh

b. Faktor waktu (lama dan periodisitas)

c. Faktor lingkungan (kebisingan, toksisitas)

JANTUNG MERUPAKAN ALAT YANG PENTING DALAM

BEKERJA

Fungsi : memompa darah ke jaringan tubuh, sehingga zat

yang diperlukan sampah ke otot dan zat sampah

dapat diambil dari otot untuk dibuang

Dengan sejumlah denyutan / menitnya à jantung memompa

Sejumlah darah arteri yang cukup untuk sejumlah keperluan

Bekerja.

DENYUTAN JANTUNG DAPAT DIUKUR MELALUI

DENYUTAN NADI

à Dengan bekerja, mula-mula denyut nadi bertambah kemudian menetap sesuai kebutuhan, setelah berhenti bekerja nadi berangsur-angsur normal.

à Jantung yang baik

- Sanggup meningkatkan denyutannya dan kembali

normal sesudah kegiatan normal kembali

- 15 menit setelah melakukan aktivitas akan normal

kembali seperti sebelumnya.

FAKTOR-FAKTOR PENENTU TINGKAT BEBAN KERJA

1. Denyutan jantung

* Denyut jantung dipengaruhi oleh:

- Keadaan cuaca kerja

- Reaksi psikis & psikologis

- Keadaan sakit, dll

2. Pemakaian O2 (l / menit)

3. Kalori per menit

4. Suhu netral (oC)

5. Kecepatan penguapan à berkeringat (ml / jam rata-rata

untuk bekerja sehari 8 jam)

B. ERGONOMI

* Bahasa Yunani à Ergon : kerja

Nomos : peraturan, hukum

Adalah :

pengetrapan ilmu : biologis tentang manusia, bersama-

sama dengan ilmu teknik, dan teknologi. Untuk

mencapai penyesuai optimal dari manusia terhadap

pekerjaannya à diukur dengan efisiensi dan

kesejahteraan kerja.

* Program Ergonomi meliputi:

1. Penentuan problematik

à Gejala absenteisme, ganti-ganti kerja, dll yang

merupakan akibat beban kerja yang berlebihan

organisasi kerja tidak baik. Kesulitan melakukan

latihan kerja à cermin buruknya desain

peralatan dan cara kerja

2. Percobaan untuk pemecahan

3. Pengetrapan hasil percobaan

4. Pembuktian efektifitas

* Prinsip-prinsip ergonomi sebagai pegangan:

1. Sikap tubuh dalam pekerjaan

Bentuk, susunan, ukuran dan penempatan mesin,

penempatan alat-alat petunjuk, cara-cara harus

melayani mesin (macam gerak, arah dan kekuatan)

2. Normalisasi ukuran mesin dan alat-alat industri

3. Ukuran antropometri terpenting

à seperti dasar ukuran-ukuran dan penempatan

alat-alat industri.

4. Ukuran-ukuran kerja

5. Otot dan tulang

à sikap duduk tegak, diselingi istirahat sedikit

membungkuk

6. Pek. Berdiri à pek. Duduk

à Jika tidak mungkin à kesempatan dan tempat

untuk duduk.

7. Arah penglihatan

* Pekerjaan berdiri : 23 – 37o ke bawah

* Pekerjaan duduk : 32 – 44o ke bawah

à Sesuai sikap kepala istirahat (=Relaxeo)

8. Macam gerakan yang kontinyu dan berirama

lebih diutamakan.

à Hindari - Gerakan ke atas

- Getaran = kuat PD, kaki dan

lengan

à Beri papan penyokong pada sikap lengan yang

melelahkan

9. Pembebanan dipilih yang optimum à efisien

à Beban fisik max à IL.o : 50 kg

10. Kemampuan seseorang bekerja

à 8 – 10 jam/hari

à > 8 – 10 jam/hari à efisiensi dan kualitas kerja

menurun

11. Waktu istirahat didasarkan keperluan atas dasar

pertimbangan ergonomi

12. Beban tambahan akibat lingkungan à minimize

13. Penerangan yang baik

14. Kondisi mental psikologis à dipertahankan

15. Beban kerja harus selalu dinilai

16. Batas kesanggupan kerja sudah tercapai bila

bilangan nadi kerja mencapai angka 30/menit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar