Rabu, 03 Februari 2010

FACIES MODELS RESPONSE TO SEA LEVEL CHANGE

Ringkasan Paper:


Selama bertahun-tahun, banyak metode yang berbeda dan konsep telah digunakan dalam studi batuan sedimen. Modus operandi, atau cara kerja pada batu-batuan sedimen, tergantung pada tujuan. Studi lingkungan depositional kuno umumnya dimulai dengan pengukuran stratigrafik dan korelasi, dalam rangka untuk menentukan jenis batuan, tiga dimensi geometri, dan struktur sedimen.

Dalam Geologi modern penggunaan istilah fasies diperkenalkan oleh Gressly pada tahun1838, yang menggunakannya untuk menunjukkan jumlah total dari lithological dan paleontologis stratigrapi aspek dari suatu unit. Terjemahan Gressly's diperluas oleh Middleton (1973).

Kunci interpretasi fasies untuk menggabungkan pengamatan yang dilakukan pada hubungan spasial internal dan karakteristik (lithology dan struktur sedimen) dengan informasi komparatif stratigrafik dan terutama dari studi lingkungan sedimen modern .

Fasies dapat didefinisikan pada berbagai skala. Dalam sebuah penelitian yang khusus ditujukan untuk penafsiran depositional lingkungan, biasanya ada usaha yang disengaja untuk membagi ke fasies konstituen (unit aspek yang serupa). Ini

Sebuah model fasies dapat didefinisikan sebagai ringkasan umum dari suatu sistem depositional, ditulis dalam istilah-istilah yang membuat ringkasan bisa digunakan paling sedikit empat cara yang berbeda. Asumsi filosofis dibuat di sini adalah bahwa ada sistem dan ketertiban di Alam, dan bahwa geologi dapat mengidentifikasi dan menyepakati sejumlah sistem depositional.

Empat fungsi utama model fasies

1) harus bertindak sebagai sebuah norma, untuk tujuan perbandingan
2) harus bertindak sebagai kerangka dan panduan untuk observasi masa depan
3) harus bertindak sebagai prediksi dalam situasi geologi yang baru
4) harus bertindak sebagai dasar untuk interpretasi terpadu untuk sistem yang diwakilinya.

Allostratigraphy secara resmi diakui oleh Komisi Amerika Utara stratigrafik Nomenclature (NACSN, 1983, hal 865).

Allostratigraphy ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Lithostratigrafi, yang merupakan skema paralel yang menekankan diskontinuitas melompat-lompat.

Konsep stratigraphy seismik diperkenalkan dan dipromosikan dalam literatur oleh pakar geologi dan Geophysicists dari Perusahaan Penelitian Produksi Exxon di Houston (Payton, 1977). Khusus, Vail dan Mitchum (1977, hal 51) dijelaskan seismik stratigraphy sebagai "pendekatan geologis stratigraphie interpretasi data seismik

Regresif dan transgressive dapat diidentifikasi oleh morfologi, dan oleh fasies yang terdapat didalamnya

Pendapat/Saran Pembaca:


Fasies merupakan aspek fisik, kimia, biologi, dari kenampakan tubuh batuan sedimen dalam suatu kesamaan waktu.

Bidang kesamaan waktu dicerminkan oleh bidang perlapisan.

Bidang perlapisan ditunjukkan oleh:

- perbedaan ukuram butir

- perbedaan komposisi mineral

- perbedaan tekstur dan struktur


Bidang perlapisan terjadi karena loncatan energi pengendapan.

Lingkungan pengendapan merupakan bagian dari permukaan bumi yang secara fisik, kimia, biologi dapat dipisahkan dari bagian yang lain.

Facies pengendapan merupakan suatu massa batuan sedimen yang dapat disendirikan dan dipisahkan dari massa batuan lain atas dasar geometri, litologi, struktur sedimen, pola arus purba, dan kandungan fosilnya.

Facies model merupakanurutan-urutan yang ideal dari komponen-komponen facies (terutana litologi dan struktur sedimen) yang menunjukkan keaslian lingkungannya.
Delta merupakan sebuah lingkunganpengendapan yang pembentukannya dipengaruhi tiga parameter, yaitu : suplai sedimen,energi gelombang dan pasang surut. Dalam pengendapannya delta membutuhkan suaturuang akomodasi yang dipengaruhi oleh Relative sea level (RSL), dimana kedua hal ini
dipengaruhi oleh tektonik dan eustacy. Oleh karena itu, studi stratigrafi sikuen pada sistem delta merupakan suatu model yang ideal dalam memberikan pemahaman dan pembelajaran bagaimana suatu rekaman stratigrafi dijelaskan dengan konsep stratigrafi ini, melalui pembagian sikuen, parasikuen set, parasikuen dan system tract-nya.

Konsep stratigrafi sikuen akan dapat menjelaskan bagaimana stacking pattern dari
suatu endapan delta. Setiap delta akan mengalami siklus akibat adanya perubahan muka air laut, oleh tektonik dan atau eustacy. Siklus delta dapat dibagi menjadi allocyclic processes dan autocyclic processes. Allocyclic disebabkan oleh faktor luar, misalnya eustacy, tektonik,iklim dan sebagainya

Fasies di dalam hubungan partikular akan tersebar vertikal pada suatu cara pengacakan yang nyata atau mungkin menunjukkan pola tertentu dari perubahan vertikal. Dua tipe umum dari perubahan fasies vertikal yaitu Coarsening Upward Sequence dan Fining Upward Sequence.

  • Coarsening-upward sequences menunjukkan adanya penambahan kenaikan ukuran butir dari dasar erosi atau kenaikannya. Hal ini menunjukkan peningkatan energi arus pengendapan.
  • Fining-upward sequences sendiri merupakan kebalikannya, yaitu ukuran butir akan semakin halus dari puncak erosinya. Menunjukkan penurunan energi arus pengendapan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar