Rabu, 03 Februari 2010

SOAL GEOFISIKA LANJUT

1. Sebutkan 3 manfaat tujuan analisis sekuen seismic dalam geofisika eksplorasi

Jawab:

Analisis sekuen seismik didasarkan pada indentifikasi urut-urutan stratigrafi sesuai dengan konsep sekuen pengendapan (depositional sequence), yaitu: sebuah unit stratigrafi yg terdiri dari urut-urutan lapisan yg sesuai secara genetic dan dibatasi oleh ketidakselarasan atau keselarasan yg korelatip di bagian atas (top) dan bawahnya.

Ketidakselarasan secara stratigrafi sangat penting karena pada umumnya lapisan diatas ketidakselarasan lebih muda umurnya dari pada dibawahnya.

Jadi manfaat dan tujuannya adalah sebagai berikut:

l Mengidentifikasi batas-batas sekuen pada data seismik

l Menentukan sekuen pengendapan atau lingkungan pengendapan

dalam waktu .

l Untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan distribusi reservoir

secara lateral dan vertikal

( Sumber internet dan buku pengantar geofisika)

2. Sebutkan informasi apa yang diperoleh dari eksplorasi

a. Gravitasi

b. Magnetik

c. Mengapa diperlukan anomaly

Jawab:

a. perbedaan distribusi rapat massa.

jenis batuan.

densitas batuan bawah tanah.

b. perbedaan distribusi rapat massa.

jenis batuan.

densitas batuan bawah tanah.

Sama dengan gravitasi perbedannya pada jangkauan atau area yang lebih luas .

c. Anomaly diperlukan untuk mengetahui adanya cekungan akumulasi atau misalnya pada daerah permafrost atau pun daerah yang banyak terdapat shallow gas pockets, yang menyebabkan perbedaan waktu tempuh gelombang seismik tersebut.

( Sumber internet )

3. Apa yang dimaksud dengan CDP Common Depth Point” dan apa tujuannya

Jawab:

Titik tengah dalam perjalanan gelombang dari sumber ke reflektor ke penerima, suatu titik pantulan yang sama pada sekumpulan data-data seismic pada suatu reflector atau halfway point dari suatu gelombang seismic yang berjalan dari sumber ke penerima dimana halfway point ini sama bagi sekumpulan data-data seimik.

Tujuannya:

· Untuk menentukan titk tengah perjalanan gelombang dari sumber ke penerima.

· CDP diantaranya untuk membantu Koreksi Dinamik/Koreksi NMO yaitu untuk mengoreksi efek adanya jarak offset antara shot point dan receiver pada suatu trace yang berasal dari satu CDP (Common Depth Point). Koreksi ini menghilangkan pengaruh offset sehingga seolah-olah gelombang pantul datang dalam arah vertikal (normal incident)

· Pada proses Stacking untuk mempertinggi sinyal to noise ratio (S/N). Proses ini biasanya dilakukan berdasarkan CDP yaitu trace-trace yang tergabung pada satu CDP dan telah dikoreksi NMO kemudian dijumlahkan untuk mendapat satu trace yang tajam dan bebas noise inkoheren

( Sumber internet)

  1. Sebutkan cara kita melakukan penafsiran seismik . Paling sedikit 3 tahap.

Jawab:

· Membuat seismogram (grafik getaran gempa bumi yang direkam oleh seismometer) untuk mengintegrasikan kedalaman dalam waktu ( seismik ) dan dalam meter ( well ).

· Menentukan horizon (untuk mendapatkan batasan stratigrafi) yang mewakili lapisan reservoir

· Menentukan zona – zona patahan / fault (bila pada lapisan batuan terdapat rekahan atau zona rekah yang jelas memperlihatkan pergeseran)

( Sumber internet dan buku pengantar geofisika)

  1. Apa yang dimaksud dengan Bright Spot pada seismic refleksi.

Jawab:

Brightspot pada peta seismik merupakan suatu anomali amplitudo yang tinggi yaitu pendekatan interpretatif untuk mengevaluasi reservoir (mengindikasikan adanya hidrokarbon) dari atribut amplitudo menggunakan asumsi yang sederhana.Berdasarkan besar kecilnya amplitudo, akan lebih tinggi bila saturasi hidrokarbon tinggi, porositas semakin besar, pay thickness lebih tebal (walaupun dengan beberapa komplikasi tuning effect).

Secara umum semakin terang brightspot (semakin nyata kontras amplitudo) semakin bagus prospeknya.

( Sumber internet )

  1. Bentuk karakter Seismik Refleksi apakah yang ditunjukan dengan besaran Acousstic Impedance

Jawab:

Akustik Impedance mencerminkan kondisi densitas dan velocity batuan yang mencerminkan karakteristik batuan

Akustik Impedansi didefinisikan sebagai kemampuan batuan untuk melewatkan gelombang seismik yang melauinya. Secara fisis, Impedansi Akustik merupakan produk perkalian antara kecepatan gelombang kompresi dengan densitas batuan. Semakin keras suatu batuan maka Impedansi akustiknya semakin besar pula, sebagai contoh: batupasir yang sangat kompak memiliki Impedansi Akustik yang lebih tinggi dibandingkan dengan batulempung

( Sumber internet )

  1. Gambarkan posisi wave front pada 120 ms setelah ledakan jika diketahui : v1 1500 m/dt kedalaman bidang pantul 750 m subsea ,. Hitung sudut kritisnya jika v2 2400 m/dt

Jawab:


750m

Posisi waveform pada 120 ms dimana diketahui V1 = 1500 m/detik dengan bidang pantulan 750 m subsea adalah =

120/1000 x 1500 = 180m ss

Jadi kedalaman waveform tersebut adalah 180 m SS

Sudut kritis

Sin Ic = V1/V2 = 1500/2400 = 0.625

Ic = 38.68°

( kuliah pengantar teknik geofisika)

  1. Bagaimanakah menjelaskan hubungan seismic refleksi dengan porositas batuan dan fluida

Jawab:

Pada data seismic yang mempunyai nilai velocity rendah dan density rendah kita interpretasikan porositasnya tinggi dan memiliki atau mengandung fluida hidrokarbon

( Sumber internet )

  1. Bagaimana cara kita mendapatkan signal yang besar

Jawab:

Source dalam hal ini berupa bahan peledak seperti dinamit dimasukkan atau ditanam pada kedalaman tertentu sedapat mungkin pada batuan atau lapisan jenis shale.

( Sumber internet)

  1. Akumulasi dan kecenderungan dari discountuinity bidang refleksi pada penafsiran geologi dari seismic dapat menunjukan adanya : patahan , pembajian , ketidakselarasan , carbonat build up . Apa yang dimaksud dan gambarkan .

Jawab:

Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan.

Pembajian (truncation)

Batas dari suatu strata atau seismic reflector pada permukaan unconformity yang terjadi akibat dari post-depositional erosional atau structural effects.

Ketidakselarasan adalah permukaan erosi atau non-deposisi yang memisahkan lapisan yang lebih muda dari yang lebih tua dan menggambarkan suatu rumpang waktu yang signifikan. Ketidakselarasan digolongkan berdasarkan hubungan struktur antar batuan yang ditumpangi dan yang menumpangi. Ia menjelaskan rumpang pada sikuen stratigrafi, yang merekam periode waktu yang tidak terlukiskan di kolom stratigrafi. Ketidakselarasan juga merekam perubahan penting pada satu lingkungan, mulai dari proses pengendapan menjadi non-deposisi dan/atau erosi, yang umumnya menggambarkan satu kejadian tektonik yang penting. Lihat tipe-tipe ketidakselarasan pada Gambar dibawah ini.

[tdkselaras.bmp]

Carbonate Buildup adalah jenis struktur jebakan geologi yang biasanya diisi oleh fluida seperti hidrokarbon, air, ataupun gas.

Carbonat Buildups sebagai reservoir dari hidrokarbon, serta Bright Spot yang merupakan indikasi atau karakter yang berasosiasi dengan hadirnya gas.

( Sumber internet )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar